To My Class

When The World Knows

Akhirnya lahir juga…

 

Hari Senin Pagi… Terasa begitu menggairahkan, mungkin karena kemaren baru pulang dari puncaq nginep semalam, dan aku berenang dengan adekku.

Senin ku lalui dengan seperti biasanya, jalan pagi, sambil belanja sayur, lalu menyapu rumah dan ngepel. Siangnya… aku emang sudah rencana mau potong rambut, jadi habis makan siang, aku pergi bersam titi, rima dan wahyu ke bintaro plasa.Rambutku panjang sekali kaerena hampir sembilan bulan lebih aku biarkan rambutku tumbuh panjang, hari ini aku pengin dirapihkan dan sedikit beda aja, bosen dengan potongan rambutku. Akhirnya walaupun tetep panjang, rambut ku tampil dengan potongan baru. Setelah potong rambut aku ke Gramedia, karena hari Kartini, pegawai di toko Gramedia memakai kebaya dan batik.. sungguh pemandangan yang jarang. AKu mampir ke Gramedia, mencari sebuah buku panduan untuk persiapan melahirkan dan mengurus anak, Tapi setelah aku cari2 ternyata buku yang aku incer ngga ada. Aduh.. sempet bingung, kenapa ga ada, apa aku waktu itu salah lihat. Tapi aku akhirnya cari buku yang serupa karena aku emang niat untuk beli buku panduan mengurus bayi. Dari Gramedia, kita mampir ke Hero, aku mau beli pembalut dan lain2, walaupun sudah terasa ngga enak di panggul ku, tapi aku tetep enjoy belanja disana. Pulang ke rumah jam 4 sore, sempet makan ice cream dulu. Sampe di rumah Toma sudah ada di rumah (tumben). Malam nya kita makan bersama, dan malam itu aku makan lumayan mau, dan sempet tidur2an di depan tv bawah, hal yang jarang aku lakukan, mungkin karena aku ngerasa cape kali ya…

Jam 9, aku ke kamar, tidur, dan perutku berasa sakit, kontraksi…. tapi aku tetep di tempat tidur, walaupun kadang mules nya membangun kan tidurku, dan aku benar2 menikmati mules nya. Jam 2 aku bangun, karena mulesnya sudah tak tertahankan, sering muncul, sampe aku meringis kesakitan, toma pun terbangun dari tidurnya, Dia cukup menenangkanku dengan mengusap2 pinggangku yang kayanya udah mau putus. Sakitnya.. aku mengajak toma untuk pergi ke rumah sakit, sambil dia bersiap, aku menhan sakit mulesku, sampe akhirnya aku merasa mual dan muntah. sakit, muels, lemes, pusing…  belum lagi aku harus turun tangga, karena kamar ku ada di lantai atas, sakitnya.. cant stand anymore.. di dalam mobil ada mama papa, mama toma dan toma yang menemaniku ke rumah sakit, 3 kali mules itu datang, dan rasanya mengerikan.. bila membayangkan kalo aku lahir di mobil.

Jam setengah lima, aku sudah berada di ruang UGD, dari sana, peruku menambah mules2, dan aku langsung dibawa ke lantai 4, tempat persalinan… disana aku tidak boleh ditemani… sebel sih, karena aku mau toma temani aku, dia sudah bawa alat perekam lengkap, tapi bidan disana tidak mengijinkan seorangpun masuk😦 huuugh… aku harus berjuang sendirian…

 Jam 5, terasa seperti balon pecah, ternyata air ketubanku pecah, kaget… terasa hangat… aku ngerasa mungkin si baby merasa hangat juga dengan air ketuban ini.. sedikit sudah merasakan apa yang ada di dalam tubuhku keluar.. jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik… ku lalui dengan berdoa,,, sambil aku menikmati kontraksi,,, disebelah ku jam 6, melahirkan, jadi aku mendengar proses kelahirannya…

Jam 6.45… kontraksi nya tak tertahankan lagi,,, makin sakit.. jam 7.. si baby bener2 ngajak untuk keluar… udah ga aduuuh.. lagi tapi udah serasa mau ngeluarin sesuatu,,, melihat seperti itu bidan, kembali periksa dalam, dan ternyata sudah komplit pembukaannya, jadi mereka pun setelah menolong sebelah yang baru melahirkan, kini kembali bersiap2 untuk kelahirannku.

Persiapanku… pasrah, nurut bidan aja deh… disuruh ngangkang, ngeden, nafas panjang… ngeden pertama salah.. karena katanya ngeden di muka, ngeden kedua salah karena harusnya seperti pub keras (apa coba?) ngeden ketiga kurang panjang.. jadi masuk lagi kepalanya, ngeden keempat.. aku kerahkan seluruh tenaga.. mata serasa mau keluar, konsentrasi ke bawah, sepertinya sekelilingku berwarna hitam.. dan lahir… aku ngeliat… warna badannya,, abu2 ngga nangis,, begitu disedot baru nagis.. lalu bidan mulai membersihkan babyku, lalu bidan satu lagi sibuk menguras isi perutku, termasuk mengeluarkan ari2, darah2 dan kotoran.. pasrah.. serasa cuci perut deh… semuanya dikeluarin, diobok-obok kali,, fuih… setelah itu,,, aku disuruh gigit kain. ooo ternyata mau dijahit… adooh… udah selesai kontraksi, masih ngerasain sakitnya jarum… hik..hik.. mana ga dibius, jadi aku ngerasain banget si bidan  bikin jahitan… keluar masuk, masukin benang, tusuk ke jarum… sakitnya.. lebih2 kontrasi deh…  setelah menahan sakit, lebih2 lagi pas ngejahit ditonton oleh anak2 yang padaa co as.. sialan deh, mereka juga yg pada ikut megangin aku,,, karena aku gerak2 terus nahan sakit

Setelah dijahit,,, aku disuruh tiduran.. cape,,, ngantuk,,, tapi ngga bisa tidur.. aku cuma bisa ngeliat baby ku yang lagi di sinarin. aku pengen ketemu keluargaku.., suamiku.. pengen dipeluk..hik..hik.. tapi ngga bisa, gara-gara ada di kamar lahiran yang massal, keluarga sama sekali ngga boleh masuk.. i need u all…

Setelah hampir dua jam tiduran.. bidan menawariku untuk menyusui baby, ya sudah… aku mau, dan ternyata si baby juga mau, dan dia isep2 puting ku.. walaupun belum keluar..

waah… rasanya hilang semua rasa sakiit selama melahirkan, dan rasa lelah setelah 9 bulan mengandung…

melihat dia ada didekapku,,, i become a mother now..

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: