To My Class

When The World Knows

Walaaagghhhh

seiring berjalannya waktu…

sudah 5 tahun 4 bulan menjadi seorang pegawai negeri sipil

banyak friksi di dalam tubuh organisasi yang mematikan suatu tunas bangsa yang bisa berkembang secara lebih baik…

selama ini, tunas itu dibiarkan tumbuh secara liar, tidak diberi perhatian, bimbingan, tidak diberikan pupuk selayaknya suatu tunas yang ingin tumbuh lebih baik dari tunas sebelumnya…

akhirnya tunas itu membusuk, menjadi kotoran, mengganggu lingkungan disekitarnya dan akhirnya sampah organisasi…

siapa yang dapat disalahkan dalam permasalahan ini? organisasi? tunas kecil yang akan tumbuh, lingkungan di sekitar tunas itu? atau si empu tunasnya?

jangan menyalahkan, organisasi layaknya suatu rumah bernaung akan menjadi nyaman bila penghuni rumah bisa saling menjaga komitmen di dalam rumah or organisasi tersebut.

tunas kecil, bila dia cukup pintar untuk tidak terlalu bergantung dengan lingkungan sekitarnya akan hidup dan tumbuh sesuai dengan dirinya sendiri, jadi jangan terlalu berpengaruh

lingkungan yang heterogen… seperti layaknya udara kotor jakarta, dia akan tetap menjadi kotor bila tidak ada yang peduli untuk sebagai revolusioner sebagai pembersih lingkungan… go revolusi

si empu tunasnya… ini yang menjadi ujung tombak sebenarnya dalam keberhasilan tunas dan akhirnya organisasi. mengaca pada diri sendiri ,  mau belajar dan mau mendengarkan….

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: