To My Class

When The World Knows

Cultural Studies

Cultural Studies

Cultural Studies (CS) dibangun oleh permainan bahasa (language games) cultural itu sendiri. Istilah-istilah teoritis yang dikembangka dan digunakan oleh orang-orang yang menyebut karya mereka sebagai cultural studies itulah yang disebut dengan cultural studies.
Cultural Studies selalu merupakan bidang penelitian multi dan post disipliner yang mengaburkan batas-batas antara dirinya dan subjek lain. Namun Cultural Studies (CS) tidak dapat didefinisikan secara sembarangan, kata Hall ada sesuatu yang diperbincangkan dalam cultural studies yang membedakan dirinya dari wilayah subjek lain.
Bagi Hall yang diperbincangkan adalah hubungan Cultural Studies dengan persoalan kekuasaan dan politik, dengan kebutuhan akan perubahan dan dengan representasi atas dan ‘bagi’ kelompok-kelompok social yang terpinggirkan, khususnya kelas, gender dan ras. Dengan demikian, cultural studies adalah satu teori yang dibangun oleh pemikir yang memandang produksi pengetahuan teoritis sebagai praktik politik. Disini, pengetahuan tidak pernah menjadi fenomena netral atau objektif melainkan posisionalitas, soal dari mana orang berbicara, kepada siapa dan untuk tujuan apa.
Cultural Studies merupakan suatu bangunan diskursif, yaitu jejak-jejak (atau bangunan) pemikiran, citra dan praktis, yang menyediakan cara-cara untuk berbicara, bentuk-bentuk pengetahuan dan tindakan yang terkait dengannya tentang topic, aktivitas social tertentu atau arena institusional dalam masyarakat. Cultural studies dibangun oleh suatu cara yang tertata di sekeliling konsep-konsep kunci, ide dan pokok perhatian. Terlebih lagi, cultural studies memiliki suatu momen ketika dia menamai dirinya, meskipun penamaan itu hanya menandai penggalan atau kilasan dari suatu proyek intelektual yang terus berubah.
Banyak praktisi Cultural studies menentang pembentukan batas-batas disipliner bidang ini. Dalam konteks itu, Bennet (1998) menawarkan ‘elemen definisi’ cultural studies :
1. cultural studies adalah suatu arena interdisipliner di
mana perspektif dari disiplin yang berlainan secara selektif
dapat diambil dalam rangka menguji hubungan antara
kebudayaan dan kekuasaan.
2. cultural studies terkait dengan semua praktik, institusi dan
system klasifikasi yang tertanam dalam nilai-nilai,
kepercayaan, kompetensi , rutinitas kehidupan dan bentuk-
bentuk kebiasaan perilaku suatu masyarakat (Bennet, 1998)
3. Bentuk-bentuk kekuasaan yang dieksplorasi oleh cultural
studies beragam termasuk gender, ras, kelas,kolonialisme,dll.
Cultural Studies berusaha mengeksplorasi hubungan antara
bentuk-bentuk kekuasaan ini dan berusaha mengembangkan
cara berfikir tentang kebudayaan dan kekuasaan yang dapat
dimanfaatkan oleh sejumlah agen dalam upayanya melakukan
perubahan.
4. Arena institusional utama bagi cultural studies adalah
perguruan tinggi dan dengan demikian cultural studies menjadi seperti disiplin akademis lain.

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: